Cintailah yang berhak mencintaimu!

Saat kau mencari seseorang yang kau cintai, pasti yang terpikir di benakmu adalah si dia. Namun kali ini aku bukan akan membahas cinta dia, namun cinta Dia. Disaat cintaNya sudah merasuki relung-relung hatimu, kau akan merasakan ketenangan mendalam saat berusaha mencintaiNya, Mungkin sejuta kiasanpun takkan mencukupi bagaimana rasa cintamu padaNya, disaat kau mulai mendekatiNya kembali setelah lama melupakanNya, Ia takkan pernah memberi alasan padamu "buat apa datang kembali setelah lama meninggalkanku?" Justru Ia akan membuka pintu cintaNya lebar-lebar agar kau bisa memasukinya, agar kau bisa merasakan manis cintaNya, Ia tak perduli saat kau melangkah dengan kaki yang berlumuran dosa, Ia akan membersihkan hatimu dan menyejukan hatimu, menambal titik hatimu yang berongga dan bernoda, Jika pepatah mengatakan bahwa cinta itu buta memang benar, Apalagi untuk mencintaiNya, Karena kau tak memerlukan matamu untuk memulai mencintaiNya, hanya memerlukan sehelai sajadah saat kau bersujud kepadaNya, meminta segala yang kau inginkan, yang kau butuhkan, Ia takkan menganggapmu adalah orang yang menjilat kembali ludahmu, Sekali lagi ku katakan pasti Dia akan menerimamu, asal kau tulus dan ikhlas saat memulai mencintaiNya, Sungguh dalam kasih sayangNya yang tak bisa ditandingi dengan manusia biasa, Hingga mungkin kau tak bisa mengingkarinya, malah akan terus merasuki, mendalami lautan cintaNya yang sangat luas. Jadilah kekasih hatiNya, tanpa memerlukan kompromi antara kau denganNya,
Mungkin hatimu sering mendustakan cintaNya, begitu pula dengan aku, aku merasa perbandingan cintaku dan cintaNya amatlah jauh lebih jauh dari langit dan bumi, cintaNya yang begitu besar membuat kita sangat jauh mengimbangi cintaNya, kasih sayang nyata tak terbandingkan oleh apapun, karuniaNya yang begitu besar berturut-turut diberikan pada kita. Namun, apa yang kita balaskan? Tak lebih dari seutas kertasjalang yang lalu lalang di jalan, Tak memiliki arti lebih dari sebuah chocochip yang jatuh dilantai.


Lihatlah! disaat kau mulai mencintainya mengatasnamakan Dia, namun tak sesuai fitrahnya melainkan dengan diammu, atau kau langsung menuju pelaminan, pastilah ia akan merasa cemburu. Sebagaimana kau memiliki barang, saat kau meminjamkannya pada orang lain, namun ia tak menggunakan barang itus esuai ketentuanmu, kau pasti merasa kesal, apalagi jika ia meminjamkan lagi barang itu pada orang lain tanpa izinmu? Pastilah kau cemburu.Apalagi Dia yang menciptakanmu? Sesungguhhnya seindah-indahnya mencintai adalah mencintaiNya, dan dicintai olehNya^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suka Anak Kecil? atau Suka Kamu? (Review The Return of Superman)

Tanda Baca Rindu

1 Nikmat yang Sama Sekali Belum Bisa Ku Syukuri