Nikmat

Nikmat. Satu kata penuh makna. Tidak bisa dijelaskan apa saja perkaranya; tidak bisa dihitung berapa
banyaknya, dan hanya Allah semata-mata yang mengetahuinya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An Nahl: 18)
Sering kali kita mengeluh jutaan kali terhadap perkara yang diberikan oleh Allah, kita merasa bahwa apa-apa yang dimiliki orang lain lebih baik daripada yang kita miliki. Seolah-olah sebagai hamba kita telah melakukan yang terbaik? Padahal diluar sana masih banyak hamba-hamba yang niat ibadahnya lebih ikhlas dibandingkan kita, lebih rajin dibandingkan kita, lebih istiqomah dibandingkan kita, dan tentunya tujuan utamanya hanyalah Ridho Allah Azza Wa Jalla.
Seandainya nikmat bisa dihitung, mungkin banyaknya rambut diatas kepala, pori-pori di seluruh tubuh, dan bahkan banyaknya jumlah sel ditubuh ini tidak akan mencukupi jumlah nikmat yang Allah beri. Lalu, apa ada alasan untuk kita membanding-bandingkan nikmat tersebut?
Tentunya tidak karena Allah yang Maha Sempurna telah memberikan kita banyak kenikmatan bahkan
ketika jiwa kita masih dalam keadaan segumpal darah. Maka kita sebagai makhluk ciptaan Allah
seharusnya lebih banyak berkaca pada diri kita sendiri, dengan menyadari secara nyata tentang nikmatyang diberikan oleh Allah. Wallahu a’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suka Anak Kecil? atau Suka Kamu? (Review The Return of Superman)

Tanda Baca Rindu

1 Nikmat yang Sama Sekali Belum Bisa Ku Syukuri