Memurnikan Cinta

Lentera disela senja memanggilku untuk duduk dan sedikit memikirkan sebuah angan.
Bersama sejuta kerinduan terhadap purnama seolah ia berkata "Bagaimanakah cara yang paling tepat untuk mencintai?"

Aku tak menjawab
Aku membiarkan bibirku sejenak seolah-olah bisu.
Mempersilakan telingaku sejenak seolah-olah tuli
Membawa jiwaku sejenak pergi sembari membawa rindu yang tak kunjung redup.

Karena kata yang tak terucapkan oleh bibir akan tetap hidup, bersama beberapa kata yang perlahan gugur.

Sejujurnya bagiku, cara mencintai yang terindah adalah dengan memurnikan cinta semata-mata hanya untuk-Nya.  Membiarkan Tuhan menjadi penuntut cinta bagi ia yang meyakininya.
Bersama romansa yang memaksa jiwa untuk jatuh dalam lubang bernama cinta ku titipkan segala rasa ini hanya untuk-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suka Anak Kecil? atau Suka Kamu? (Review The Return of Superman)

Tanda Baca Rindu

1 Nikmat yang Sama Sekali Belum Bisa Ku Syukuri